Kamu Lelah, Itu tidak salah!
Setiap santri pasti pernah mengalami lelah, capek, gabut sumpek dll. Yang pada kenyataannya semangat ngaji menurun, hafalan mulai berantakan, ibadah jadi terasa berat, dan hati mulai jauh dari semangat yang sudah dibangun. Dan itu menurut saya, tidak salah!.
Kamu lelah, itu tidak salah!. Oke…. Lagi-lagi itu manusiawi
Lalu dimana letak salahnya??.
Yang salah adalah ketika rasa capek, sumpek, lelah dll menghampirimu,
kamu lampiaskan dengan melanggar peraturan, kamu bermaksiat kepada tuhan, dan
yang parahnya lagi adalah kamu menyerah dari tujuan yang kamu buat.
Kamu sumpek dan kamu lampiaskan dengan melanggar, saatnya ketahuan
pengurus. Pasti menyesal.
Kamu sumpek dan kamu lampiaskan dengan bermaksiat, itu akan membuka
pintu-pintu maksiat lain, dan kamu tidak akan pernah puas.
Kamu sumpek dan kamu menyerah, ini sangatlah salah, meski dua sebelumnya
juga salah. Kenapa? Karena Ketika kamu sekali menyerah, maka akan datang ribuan
kesempatan untukmu sukses, namun kamu memilih jalan menyerah, karena yaaaaa
menyerah lebih enak dan nikmat dari pada berjuang. Tidak pusing dan tidak
capek.
Coba renungilah hadist ini!!
إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شَرَّةٌ،
وَلِكُلِّ شَرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِيْ فَقَدْ أَفْلَحَ،
وَمَنْ كَانَتْ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكْ.
(رواه أحمد وابن
خزيمة)
"Sesungguhnya setiap amalan ada masa semangatnya,
dan setiap semangat ada masa futur-nya (Lelah, capek, lemah, suntuk dll). Barangsiapa
yang futur-nya masih dalam sunnahku, maka dia telah beruntung, dan barang siapa
yang futurnya tidak di dalam sunnah nabi makai a telah binasa" (HR. Ahmad)
Nabi itu tau bahwa umatnya bukanlah umat terkuat, umatnya
bukanlah yang selalu semangat, pasti ada masa dimana ketika semangat ibadah
membara, tiba-tiba tamu tak diundang datang,
dan siapa lagi kalau bukan lelah, males, capek, bosan dsb.
Mungkin saja selama ini sujud kita kurang Ikhlas.
Mungkin saja Tahajjud kita masih terpaksa.
Mungkin saja Wirid kita masih tidak khusyu’.
Atau bahkan mungkin saja amalan ibadah lainnya juga sama. Jauh dari kata
diterima oleh tuhan.
Yang pada akhirnya, Allah SWT sendiri mengirimkan sumpek, lelah dsb,
yaaa mungkin agar dosa-dosa kita selama ini, ia ampuni.
Coba renungkanlah hadist ini!!
إَذَا كَثُرَتْ ذُنُوْبُ الْعَبْدِ
فَلَمْ يَكُنْ لَهُ مِنَ الْعَمَلِ مَا يُكَفِّرُهَا إِبْتَلَاهُ اللهُ بِالْحُزْنِ
لِيُكَفِّرَهَا عَنْهُ (رواه أحمد عن عائشة)
“Ketika sudah terlalu banyak dosa seorang hamba,
sedangkan tidak ada amal ibadah yang bisa menghapusnya. Maka Allah akan
mengujinya dengan rasa sumpek, sedih dll, agar supaya ia menghapus dosa-dosanya” (H.R
Ahmad dari Sayyidah Aisyah)
Oleh karenanya, cobalah mulai lagi, pelan-pelan!!
Buka kembali kitabmu, walau hanya satu halaman!!
Baca lagi Qur’an-mu meski itu berat!!
Dengarkan kajian rauhah meski kamu merasa bosan!!
Berdzikirlah walau hanya istighfar atau hauqolah.
Sedikit atau sebentar itu tidak masalah. Asalkan istiqomah!!. Karena
istiqamah itu lebih berharga dari amalan besar yang cuma sesekali.
Ingat, Allah tak menilai hasil secepat apa kita berubah. Tapi seberapa
tulus kita terus berusaha. Jadi kalau kamu lagi merasa jauh, merasa lelah,
gabut dan capek, jangan menjauh dari pesantren, dari guru, atau dari masjid.
Justru itu saatnya kamu perlu lebih dekat.
Yuk, kamu pasti bisa!!


Tidak ada komentar