Tenang, Allah Maih Ada


berharap


Ada satu kata dalam bahasa Arab yang indah untuk menggambarkan harapan yaitu  الرَّجَاءُ (ar-rajā’).

Ia adalah harapan yang membuat seseorang tetap bertahan, bahkan ketika keadaan belum berpihak kepadanya. Harapan yang membuat seseorang masih percaya bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan, setelah air mata akan ada senyuman, dan setelah doa-doa yang panjang akan ada jawaban yang datang pada waktu terbaik.

Sebab terkadang, yang membuat kita kuat bukan karena kita tahu apa yang akan terjadi, tetapi karena kita masih memiliki harapan.

Kita semua pasti pernah berada di titik ketika sesuatu yang kita inginkan tidak kunjung datang. Sudah berusaha, sudah berdoa, sudah menunggu, tetapi keadaan seolah tidak berubah.

Di titik itu, mudah sekali bagi hati untuk berkata : "mungkin memang tidak akan terjadi."

Padahal, boleh jadi bukan tidak akan terjadi. Hanya saja, belum waktunya. Kalau kata orang sunda “can wayahna”

Dan di sinilah kita belajar tentang sebuah hal yang sering kali terlupakan yaitu berharap kepada Allah.

Allah sendiri berfirman:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

Perhatikan bagaimana Allah mengajarkan kita untuk tidak kehilangan harapan. Bahkan ketika keadaan terasa begitu sulit, pintu harapan kepada Allah tidak pernah benar-benar tertutup.

Mungkin hari ini doa kita belum terkabul. Mungkin usaha kita belum membuahkan hasil. Mungkin sesuatu yang kita tunggu justru semakin terasa jauh. Tetapi jangan sampai keterlambatan sebuah jawaban membuat kita mengira bahwa Allah tidak mendengar.

Allah mendengar. Allah tahu. Hanya saja, Allah memiliki waktu yang lebih sempurna daripada waktu yang kita inginkan.

Bukankah sering kali kita terlalu sibuk memikirkan “kapan?”, sampai lupa bahwa Allah lebih tahu “kapan waktu yang tepat?”

Kita ingin doa dikabulkan hari ini, sementara Allah mungkin sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik untuk hari esok. Kita ingin jalan yang mudah, sementara Allah sedang mengajarkan kita menjadi lebih kuat melalui jalan yang berliku. Karena sesuatu yang sangat kita inginkan, belum tentu baik bagi kita.

Oleh karena itu Allah menegaskan dalam firmannya :

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Maka berharap kepada Allah bukan berarti kita harus selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Berharap kepada Allah berarti percaya bahwa apa pun yang Allah pilihkan, pasti memiliki hikmah, meskipun kita belum mampu melihatnya hari ini.

Jika apa yang kita minta diberikan, maka itu adalah nikmat. Jika belum diberikan, mungkin itu adalah proses. Jika ternyata diganti dengan sesuatu yang lain, mungkin itu adalah bentuk kasih sayang-Nya.

Dan jika doa kita terasa belum mendapatkan jawaban, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Allah tidak mendengar. Bisa jadi, jawaban itu sedang dipersiapkan. Bisa jadi, waktunya sedang ditunggu. Atau bisa jadi, Allah sedang mengubah sesuatu dalam diri kita sebelum memberikan apa yang kita minta.

Karena itu, jangan takut untuk berharap kepada Allah, dan jangan pernah berharap kepada manusia. Sebab berharap kepada manusia terkadang berakhir dengan kecewa. Tetapi berharap kepada Allah tidak pernah sia-sia

Ada kalanya kita kecewa karena berharap kepada seseorang. Ada kalanya kita patah karena berharap pada keadaan. Bahkan terkadang kita kecewa kepada diri sendiri karena sesuatu yang kita rencanakan tidak berjalan sesuai keinginan.

Namun jangan biarkan kekecewaan itu membuat kita kehilangan tempat untuk berharap.

Kembalilah kepada Allah!. Sebab manusia bisa berubah. Keadaan bisa berubah. Rencana bisa gagal.

Tetapi Allah tidak pernah berubah dalam ilmu, kasih sayang, dan kebijaksanaan-Nya. Mungkin hari ini kita belum mengerti mengapa harus melewati semua ini. Mengapa harus menunggu selama ini. Mengapa doa yang sama harus terus diulang. Namun suatu hari nanti, bisa jadi kita akan menoleh ke belakang dan berkata : "ternyata aku harus melewati semua itu agar sampai pada titik ini."

Maka tetaplah berharap. Ketika hidup terasa berat, berharaplah. Ketika doa belum terkabul, berharaplah. Ketika jalan terasa buntu, berharaplah.

Bukan karena kita yakin semuanya akan berjalan sesuai keinginan kita, tetapi karena kita yakin bahwa Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Sebab harapan kepada Allah bukan tentang mendapatkan semua yang kita inginkan. Harapan kepada Allah adalah tentang tetap percaya kepada-Nya, bahkan ketika kita belum memahami jalan yang sedang Dia pilihkan.

Jadi, jika hari ini ada sesuatu yang sedang kamu tunggu, jangan menyerah hanya karena belum melihat hasilnya.

Tetaplah berdoa.

Tetaplah berusaha.

Dan tetaplah memiliki الرَّجَاءُ (harapan yang baik kepada Allah)

Sebab boleh jadi, di balik sesuatu yang hari ini membuatmu menangis, Allah sedang menyiapkan alasan yang kelak membuatmu tersenyum.

"Jangan kehilangan harapan hanya karena jawabanmu belum datang. Bisa jadi, Allah sedang menyiapkan jawaban yang jauh lebih indah daripada yang pernah kamu bayangkan. Sebab selama Allah menjadi tempat berharap, tidak ada doa yang benar-benar sia-sia"

_KunMa'i #-7

 

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.