Allah Tahu Ko

merenung

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :

وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا

“Dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya.” (QS. Al-An'am: 59)

Pernahkah kita membayangkan betapa luasnya pengetahuan Allah terhadap segala sesuatu?

Sehelai daun yang jatuh dari tangkainya pun tidak luput dari pengetahuan-Nya. Bahkan seekor semut hitam yang berjalan di tengah gelapnya malam, atau makhluk kecil yang berada jauh di dasar lautan, di tempat yang bahkan tidak mampu ditembus cahaya matahari sekalipun, semuanya berada dalam pengetahuan Allah.

Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.

Tidak ada tempat yang terlalu gelap untuk diketahui-Nya. Tidak ada sesuatu yang terlalu kecil untuk diperhatikan-Nya. Dan tidak ada kejadian yang berlangsung tanpa sepengetahuan-Nya.

Lalu bagaimana dengan hati kita?

Bagaimana dengan perasaan yang selama ini kita sembunyikan? Pikiran yang tidak pernah kita ceritakan kepada siapa pun? Doa yang hanya kita bisikkan dalam kesendirian? Atau bahkan sesuatu yang baru sekadar terlintas di dalam benak?

Apakah Allah mengetahuinya? Tentu.

Bahkan sebelum lisan kita mengucapkannya, Allah telah mengetahuinya. Sebelum manusia memahami apa yang sedang kita rasakan, Allah telah mengetahui apa yang bersemayam di dalam dada kita.

Allah mengetahui rasa cinta yang kita simpan kepada seseorang. Allah mengetahui rasa kecewa yang kita sembunyikan di balik senyuman. Allah mengetahui kegelisahan yang tidak mampu kita ceritakan kepada siapa pun. Bahkan Allah mengetahui pergulatan hati yang mungkin tidak mampu kita jelaskan dengan kata-kata.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian.” (HR. Muslim)

Dari sini kita belajar bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh apa yang tampak di hadapan manusia.

Bukan seberapa tampan wajah kita. Bukan seberapa banyak harta yang kita miliki. Bukan pula seberapa tinggi kedudukan yang berhasil kita capai.

Semua itu boleh kita miliki. Bahkan tidak ada salahnya seseorang memperindah penampilan, bekerja keras mengumpulkan harta, dan berusaha memperbaiki kehidupannya.

Namun jangan sampai kita terlalu sibuk memperbaiki apa yang terlihat, sementara lupa memperbaiki apa yang tidak terlihat.

Kita sibuk merawat wajah, tetapi lupa merawat hati.

Kita sibuk menambah harta, tetapi lupa menambah amal.

Kita sibuk memperindah penampilan, tetapi lupa memperindah akhlak.

Kita takut terlihat buruk di hadapan manusia, tetapi tidak takut jika hati kita buruk di hadapan Allah.

Padahal manusia hanya mampu melihat apa yang tampak, sedangkan Allah mengetahui apa yang tersembunyi.

Maka tidak mengapa jika hari ini harta kita belum sebanyak orang lain. Selama kita masih mampu bersyukur atas apa yang ada dan menggunakannya di jalan yang baik, semoga itu menjadi keberkahan.

Tidak mengapa kita merawat rupa dan menjaga penampilan. Bukankah kesehatan dan keindahan yang Allah berikan juga merupakan nikmat yang patut disyukuri?

Namun jangan sampai kita terlena!

Jangan sampai kita sibuk menumpuk harta hingga lupa untuk bersedekah. Jangan sampai kita sibuk memperindah rupa hingga lupa memperindah akhlak. Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar penilaian manusia, sementara lupa bahwa ada Allah yang selalu mengetahui keadaan kita.

Sebab pada akhirnya, yang paling perlu kita tata bukan hanya apa yang terlihat oleh mata manusia, tetapi juga apa yang tersembunyi di dalam dada.

Rasulullah ﷺ kembali mengingatkan:

أَلَا إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka mungkin, di antara sekian banyak hal yang sedang kita perjuangkan hari ini, ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu memperbaiki hati.

Sebab boleh jadi manusia melihat kita baik-baik saja, sementara hati kita sedang berantakan.

Boleh jadi manusia melihat kita bahagia, sementara hati kita sedang membutuhkan pertolongan.

Dan boleh jadi tidak seorang pun mengetahui apa yang sedang kita perjuangkan dalam diam.

Tetapi ingatlah... Allah pasti tahu.

Dia tahu air mata yang jatuh tanpa disaksikan manusia. Dia tahu doa yang hanya mampu kita panjatkan dalam hati. Dia tahu luka yang kita sembunyikan di balik senyuman. Dia tahu perjuangan yang tidak pernah mendapatkan tepuk tangan. Dan Dia juga tahu setiap langkah kecil yang kita lakukan untuk kembali menjadi lebih baik.

Maka jangan terlalu sibuk memperbaiki pandangan manusia terhadap diri kita, sampai lupa memperbaiki keadaan diri kita di hadapan Allah.

Mari kita tata kembali hati, memperbaiki amal, menjaga jasmani, bekerja dengan cara yang halal, dan mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan.

Sebab tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari iri, sombong, dengki, dan segala penyakit hati. Semoga Allah memperbanyak amal kebaikan kita, menjaga kesehatan jasmani dan rohani kita, melapangkan rezeki kita, serta menjadikan apa yang kita miliki sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.

 _KunMa'i #-6

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.