Bisa jadi, Esok Berbeda
Pernahkah kita
mendengar ayat ini?
وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
"Dan masa
(kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia." (QS. Ali 'Imran: 140)
Mungkin sebagian dari
kita sudah sering mendengarnya. Namun, pernahkah kita benar-benar merenungkan
maknanya?
Siapa yang pernah
menyangka bahwa Musa ‘alaihissalam, setelah bertahun-tahun menggembala kambing,
kelak akan menjadi seorang nabi dan rasul? Bahkan beliau mendapatkan kemuliaan
sebagai Kalimullah, seorang yang Allah ajak berbicara.
Begitu pula Nabi
Muhammad ﷺ.
Siapa yang menyangka bahwa seorang anak yatim yang pernah menggembala kambing
dan kemudian menjadi seorang pedagang, pada akhirnya akan menjadi manusia
pilihan Allah, seorang nabi dan rasul terakhir?
Jika kita hidup pada
masa mereka dan hanya melihat keadaan mereka saat itu, mungkin kita tidak akan
pernah menyangka bagaimana akhir perjalanan hidup mereka.
Sebab, sering kali
manusia hanya mampu melihat keadaan seseorang hari ini, sementara Allah
mengetahui bagaimana perjalanan hidupnya esok hari.
Dua kisah tersebut
seolah mengajarkan kepada kita bahwa keadaan seseorang tidak selamanya sama.
Hari ini mungkin kita berada di bawah, besok bisa jadi Allah mengangkat kita.
Hari ini mungkin kita merasa tertinggal, sementara suatu hari nanti Allah
membuka jalan yang sama sekali tidak pernah kita bayangkan.
Karena itu, jangan
terlalu cepat menyimpulkan bahwa hidup kita akan selalu seperti sekarang.
Tenang!.
Kesuksesan dan
keberhasilan tidak selalu datang ketika kita menginginkannya. Terkadang, ia
datang ketika kita sudah cukup matang untuk menerimanya.
Jangan terburu-buru
menginginkan hasil yang indah ketika kita masih berada dalam proses berjuang.
Ada bagian dari perjalanan yang memang harus kita jalani terlebih dahulu.
Adapun hasilnya,
serahkan kepada Allah.
Sebab terkadang Allah
bukan tidak memberi, tetapi menunda pemberian-Nya sampai waktu yang paling
tepat. Kita mungkin mengira bahwa keterlambatan adalah sebuah penolakan,
padahal bisa jadi itu adalah cara Allah mempersiapkan kita agar ketika sesuatu
yang kita minta benar-benar datang, kita sudah mampu menjaganya.
Bukankah kita sering
menginginkan sesuatu dengan tergesa-gesa, sementara Allah lebih tahu kapan
sesuatu itu akan menjadi baik bagi kita?
Maka, jika hari ini
kita masih berada di bawah, jangan berkecil hati.
Jika hari ini belum
berhasil, jangan berhenti.
Jika hari ini doa
belum terjawab, jangan berprasangka buruk kepada Allah.
Karena hidup ini
memang berputar. Ada masa ketika kita berada di atas, ada masa ketika kita
berada di bawah. Ada masa ketika kita dipuji, ada masa ketika kita tidak
dianggap. Ada masa ketika semuanya terasa mudah, dan ada pula masa ketika satu
langkah saja terasa begitu berat.
وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
Hari-hari itu Allah
pergilirkan di antara manusia.
Maka tugas kita
sederhana:
Sebab kita tidak
pernah tahu, mungkin sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai keterlambatan,
sebenarnya sedang menjadi jalan menuju sesuatu yang jauh lebih baik.
Kita hanya perlu terus
berjalan.
Karena boleh jadi,
hari ini kita sedang menggembala kambing dalam kesunyian hidup, tetapi kita
tidak pernah tahu ke mana Allah akan membawa kita setelahnya.
_KunMa'i


Tidak ada komentar